Merangkum seribu perjalanan
Kisah dan janji purba bunga-bunga
Direnda-renda kemarau panjang
Merawat bulu jerami beterbangan
Sayap melati pinggir desa
Tersenyum pada hari-hari, pada reruntuhan hujan
pada cerita embun-embun, pada keeping-keping ayat suci
Seribu perjalanan jadi tertunda
Karena sayap melati pinggir desa
Tersenyum pada hari-hari, pada jemuran siang bertali mega
pada keluh kesah anak angsa, pada alunan langgam adzan petang
Sayap melati pinggir desa
Pernahkah kamu melambai pada cemara
yang mengharapkan senyummu hijaukan pucuknya?
Tahukah kamu tentang peri-peri cantik
yang bersembunyi harapkan engkau segera berlalu?
Sadarkah engkau bahwa tanah yang kau pijak
berdo’a kepada Tuhan untuk memberinya lengan
agar dapat merengkuh senyummu
dan menyimpannya di balik akar yang paling dalam?
Mengertikah kamu tentang berpendarnya pesonamu
Lebih dari lukisan Monalisa?
Rangkuman seribu perjalanan
Hampir mendekati baris terakhir
Tapi kisah dan janji purba belum juga berbunga
Untukmu melati pinggir desa
Kupersembahkan nyanyian hari-hari
Tersenyumlah, kepakkan sayapmu dalam tarian sunyi
Kuselesaikan baris terakhir ini
Untuk kisah dan janji purba bunga-bunga
No comments:
Post a Comment