Berdiri
tegak menggapai kaki awan
Berbedak
kabut tipis yg enggan bertebaran
Kokohmu
tengadah sampaikan keteguhan
Pinggang
gemulai menari sepi
Terikat
selendang embun yg tak mau pergi
Cantikmu
adalah janji seribu peri
Leher
jenjang memagut kesendirian
Menantang
malam halau kegelapan
Hikayatmu
terbentang menikahi jaman
Barangkali
ada bidadari
Harapkan
kau taklukkan pagi
Sehingga
siang tak lagi bermimpi
Mungkin
ada cerita tak tertulis
Sebab
kau tak mau teteskan tangis
Lelah
menyapa pun kau tepis
Sang
Merapi dongakkan kepala
Sampaikan
pesan kepada angkara
Bahwa
bumi ini makin sepi
Dari
luruhnya kebajikan hati
Sang
Merapi tegakkan telinga
Mendengar
bisikan dari tangga surga
Bahwa
bumi kini menolak untuk tertawa
Tak
ada lagi canda pelepas dahaga
Sang
Merapi beranjak ke peraduan
Menata
jiwanya di antara keraguan
Hanya
percaya pada satu harapan
Bahwa
welas asih adalah roh dari kerendah hatian
Bahwa
keberanian terlahir sebagai rasa hormat terhadap kebenaran
Lereng Merapi, Juni 2014
No comments:
Post a Comment