Friday, 22 September 2017

Sore Bergumam Ketika Aku Jatuh CInta

Gumamnya pelan,
sambil menumpang sehelai daun kering yang melayang jatuh;
“kau yang seperti kemarau, bersyukurlah ada hujan sedang menghampirimu.  Tetaplah di tempat jika kau memang menginginkan basah.  Larilah cepat jika kau terlalu memuja gelisah...”

Sore meneruskan gumamnya, kali ini serasa seperti auman,
sembari mencoret dinding langit dengan warna senja;
“kau yang bertingkah seperti badai, berterimakasihlah kepada cinta.  Redam anginmu yang berputar tak karuan arah.  Jikapun tidak, bantulah nelayan pulang dari lautan, atau tidurkan anak gembala di atas kerbaunya...”

Sebuah fragmen yang dipentaskan oleh sore ketika aku jatuh cinta
Menumpas dalam sekejap apa arti dari bodoh dan pongah
Jangan sekali-kali melarikan diri
Ketika cinta menyapamu pertama kali

Jakarta, 22 September 2017


No comments:

Post a Comment