Bagaimana
aku bisa tersenyum
Jika aku
selalu berdansa sendirian
Walau pagi
seringkali memberi kesempatan
Seperti apa
melakukan tarian
Sudah
sepantasnya aku menyesali
Mengapa
mengakali sepi dengan menelikung mimpi
Seharusnya aku
mencari robekan kertas
Aku tanam di
tanah yang subur agar tumbuh pohon dan bunga yang bisa bersajak
Jika pohon
dan bunga saja bersajak
Untuk apa
lagi saling melempar kerak
Duduklah
kalian di sampingku
Nikmati
seperti apa ketika daun daun berkata cinta
Nikmati
bagaimana saat kamboja bersyair Ranggawarsita
Nikmati apa
saja yang dikeluhkan Angsana lewat angin yang terlalu lama bertapa brata
Aku tak
bertanya lagi bagaimana cara tersenyum
Pohon dan
bunga yang bersajak
Membuatku
bisa berdansa bersisian
Dengan
sesuatu yang disebut kerinduan
Medan, 11
September 2017
No comments:
Post a Comment