Wednesday, 13 September 2017

Pohon dan Bunga yang Bersajak

Bagaimana aku bisa tersenyum
Jika aku selalu berdansa sendirian
Walau pagi seringkali memberi kesempatan
Seperti apa melakukan tarian

Sudah sepantasnya aku menyesali
Mengapa mengakali sepi dengan menelikung mimpi
Seharusnya aku mencari robekan kertas
Aku tanam di tanah yang subur agar tumbuh pohon dan bunga yang bisa bersajak

Jika pohon dan bunga saja bersajak
Untuk apa lagi saling melempar kerak
Duduklah kalian di sampingku
Nikmati seperti apa ketika daun daun berkata cinta
Nikmati bagaimana saat kamboja bersyair Ranggawarsita
Nikmati apa saja yang dikeluhkan Angsana lewat angin yang terlalu lama bertapa brata

Aku tak bertanya lagi bagaimana cara tersenyum
Pohon dan bunga yang bersajak
Membuatku bisa berdansa bersisian
Dengan sesuatu yang disebut kerinduan

Medan, 11 September 2017


No comments:

Post a Comment