Inilah
daftar saksi-saksiku saat itu
Beberapa
pokok Avicennia sedang bersitegang dengan
angin selatan
Pasir
halus bergulir mengejar kepiting kecil yang berusaha keras menjilat asin air
laut
Seekor
camar dengan ujung sayap dipelintir angin
Sebatang
nyiur sedang melafalkan lagu cinta negeri
Dan
buih putih pecah berhamburan dibelah karang
Saksi-saksi
yang melihatku memilih diam
Memaku
tanah dengan tatapan kebingungan
Penuh
pertanyaan
Tanpa
ada jawaban
Dengan
kau di hadapan
Barangkali
benar apa kata tetua
Memang
ada cinta pada bersiroboknya mata pertama
Seperti
ketika awan saling bersetubuh
Lalu
percikan kilat memanaskan seluruh tubuh
Setelahnya
kemudian menjadi lakon yang terbata-bata
Tak
ada kata
Tak
muncul suara
Bahkan
guncangan itu serasa gempa
Terimakasih
Tuhan!
Atas
satu-satunya kesempatan
Aku
mengingatnya begitu dalam
Dalam
banyak lupa, itulah yang tak pernah terlupa!
Jakarta,
21 September 2017
No comments:
Post a Comment